Tentang Kami

24 Jul 2008

Perkenalkan keempat Instruktur Hitman System.

Adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi segenap tim Hitman System untuk bisa memiliki Cygnus Spartan, seorang yang dahulu menjadi peserta workshop, di dalam jajaran para instruktur.

Perjalanannya menuju self-actualization bagaikan seekor Itik Hitam buruk rupa yang bertransformasi menjadi seekor Angsa Putih dari Sparta yang selalu menjadi perhatian setiap orang. Perubahan tersebut bukan saja dirasakan oleh rekan-rekan instruktur dan kru, tapi juga sahabat lama yang sudah mengenalnya bertahun-tahun.

Dahulu, pria romantis yang pandai memainkan gitar ini tidak pernah bisa memimpin suatu hubungan karena selalu terperangkap pada ‘Zona Teman Saja’. Hal tersebut yang mendorongnya untuk membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar. Menerima kekurangannya dan berpikiran terbuka, Cygnus mempraktekkan seluruh informasi yang ditanamkan Jet, Kei, dan Lex ke dalam kehidupan nyata. Dan dalam waktu singkat, berkat kerja keras ia memahami setiap dinamika dunia romance yang sebelumnya sulit dimengerti dengan akal sehat. Program workshop yang dikuti pada bulan Juni 2006 mengubah segalanya begitu drastis, sehingga pada bulan Juli 2007 pun Cygnus sudah terlihat seperti pribadi yang benar-benar berbeda baik dari penampilan maupun sikap.

Kini, bergabung dengan ketiga sahabatnya, ia ingin berseru lantang kepada bahwa nasib romansa seorang pria tidak ditentukan berdasarkan penampilan ataupun kepemilikannya. Cygnus menjadi bukti hidup bahwa seorang pria menjadi menarik di mata wanita bila sudah mengenali ambisi dan potensi dirinya sendiri. It?s easy to be attractive to all woman, and the best part is, it is all learnable.

Sebagai instruktur dengan usia termuda, Jet Veetlev dilengkapi dengan sejumlah kelebihan tersendiri: selalu bersemangat, kemampuan untuk beradaptasi yang tinggi, serta penuh dengan ide-ide yang spontan dan gila. Jangan terkecoh dengan penampilannya yang terlihat polos, karena pria bertubuh kecil ini sudah mengantungi strata pendidikan formal yang setingkat lebih tinggi dibandingkan dengan rekan-rekan instruktur lainnya. Di waktu luangnya, Jet adalah seorang maniak pembaca buku (yang juga bercita-cita untuk menulis sebuah novel suatu saat nanti), pesulap amatir, dan pemain basket kambuhan.

Kehidupan romansanya ketika era lossy selalu berkisar antara ngarep dan berkhayal saja, nyaris tidak pernah melakukan sesuatu yang benar-benar nyata. Semua itu perlahan-lahan berubah seiring pertemuannya dengan Lex dan Kei pada awal tahun 2003, serta bersama-sama mengembangkan komunitas dan realita pria Glossy.

Sekalipun berbekal ilmu informatika pada tingkat pertama dan magister manajemen pada tingkat berikutnya, saat ini Jet berprofesi sebagai eksekutif ekspor di sebuah perusahaan di Jakarta demi tujuan memahami dinamika sosial yang terjadi di kalangan profesional muda.

Dengan gayanya yang fun dan chalenging Jet memiliki keluwesan untuk ‘bergerilya’ di kalangan ABG maupun wanita yang lebih tua darinya, membuktikan bahwa setiap pria berhak mendapatkan wanita mana saja yang diinginkan, asalkan tahu bagaimana cara mengerjakannya.

Kepribadian yang menarik, intelek, dan wawasan luas. Itulah kesan yang dapat langsung ditangkap oleh setiap orang yang pernah bertemu dengan Kei Savourie.

Jauh sebelum era Glossy, Kei dan rekan-rekannya dahulu menghabiskan waktu dengan membicarakan ketidak adilan dunia romance setiap harinya tanpa ada hasil yang nyata dan hanya bisa memandangi wanita impian mereka dari jauh.

Ditambah lagi dengan jiwa yang artistik dan multitalented, dahulu Kei adalah seorang Romantic Junkie, namun sekarang Kei tahu bagaimana cara mengunakan ide-ide romantis untuk membuat wanita mengalami momen yang paling spesial dalam hidupnya.

Julukan ‘Every Girl’s Best Friend’ didapatkan Kei karena pembawaannya yang dapat selalu langsung membuat setiap wanita yang berbicara dengannya merasa nyaman dan membuka diri dalam hitungan menit. Selain itu, Kei juga menyimpan tehnik rahasia untuk merubah posisi ‘let’s just be best friends’ menjadi ‘please be my boyfriend.’

Jika disejajarkan dengan dunia RPG (Role Playing Games), Lex dePraxis terlahir sebagai seorang Wizard atau Sage. Bukan saja dengan mudah mengenali kompleksitas manusia, ia juga memiliki ketajaman dan kepekaan yang sulit ditandingi untuk menggali solusi cerdas dari situasi-kendala yang pernah, sedang, dan akan terjadi.

Walaupun demikian, pria yang menempa pendidikan ilmu budaya dan linguistik ini sempat kelimpungan setengah mati bila harus berhadapan dengan mistikus cinta dan romansa. Dia bersikeras bahwa dunia tersebut tidak dapat disentuh menggunakan kemampuan logika manusia. Selama tahun-tahun tersebut, Lex mengurung dirinya dalam sejumlah paradigma ideal dan menolak menggunakan ‘kekuatannya’ untuk memetakan matriks romansa yang sebenarnya. Hasilnya, tentu saja kegagalan demi kegagalan yang terlalu pedih baik untuk diingat maupun diceritakan kembali.

Setelah menyadari kesalahan ini, Lex menghilangkan keseganannya membedah mekanisme dunia romansa, mengerahkan seluruh kekuatan penuh, dan era Glossy pun dimulai. Tidak lagi menyangkali apa yang menjadi keahlian utamanya, dia berhasil membongkar dan merekonstruksi berbagai teknologi untuk mengubah impian romansa menjadi sebuah kenyataan. Mendekati wanita dan memulai hubungan dengannya tidak lagi menjadi sebuah tugas yang lama, berat dan beresiko, melainkan sebuah puzzle yang menyenangkan.

Bagi Lex, satu-satunya jalan untuk naik adalah turun. Itu sebabnya bersama-sama dengan Jet dan Kei serta di sela-sela kesibukan dunia kantor, mereka masih menyempatkan diri membangun komunitas untuk melayani sebanyak mungkin pria, membagikan seluruh pengalaman yang mereka miliki agar semua mendapat kesempatan yang sama untuk menciptakan kehidupan romansa yang sudah seharusnya mereka dapatkan. “You are who you friend with, girls already knew this since the ancient times ,” ujar Lex, “It’s time for us guys to break the wall, unite and support each other in this new beyond-the-box romantic revolution.”

Seolah Don Juan modern, ketiga instruktur Hitman System di atas tidak terlahir dengan semua perangkat yang mereka miliki sekarang ini. Mereka memiliki bagian mereka masing-masing dalam dinginnya dinding gua jomblo.

Mereka sangat mengerti pengalaman gelap itu.

Rasanya sendirian.

Rasanya kesepian.

Rasanya putus asa.

Dan setelah bertahun-tahun mengamati pola-pola interaksi manusia pra dan pasca relationship, mengikuti seminar, membaca semua buku seputar psikologi dan self-improvement, dan juga banyak eksperimen-eksperimen pribadi, mereka berhasil mengembangkan sebuah strategi yang dapat benar-benar memberikan hasil yang diinginkan.

Mereka menamakannya HITMAN SYSTEM.

Hitman System adalah live interactive workshop yang membagikan rahasia-rahasia kesuksesan dalam membuka hubungan dengan wanita di mana saja dan kapan saja. Kami berbicara tentang metamorfosa, perubahan paradigma, tehnik rahasia, pokoknya semua senjata yang kamu perlukan untuk menjamin kesuksesan kamu, dan dapat dipelajari oleh semua cowok tanpa terkecuali.

Hitman System bukanlah dating service, friendship network, atau biro jodoh yang tidak pernah benar-benar menggenapi apa yang mereka janjikan. Service itu semua tidak memberikan bekal apapun selain berperan sebagai mak comblang murahan.

Read all about Hitman System at http://www.hitmansystem.com, and the single purpose for this blog at the first entry here.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post